WeLearn

Saya Adnan yang suka berbagi informasi lowongan pekerjaan, pengalaman hidup, berbagi makanan orang lain (LOL), olahraga sambil bermain seperti sepedahan, joging, berenang, futsal, dan badminton. Pekerjaan yang saya lakoni sebagai web development mencakup web sketch, web design, web program, web testing, dll. Saya akan berbagi dan berdiskusi dengan teman-teman tentang banyak hal seperti pengalaman saya sebagai web development, pengalaman hidup & juga pengetahuan yang saya miliki.

Jalan Braga Bandung: Sejarah Panjang Kota Kembang

Jalan Braga Bandung: Sejarah Panjang Kota Kembang




Sejarah memang selalu menaungi bangsa ini. Dengan kehadiran sejarah inilah Pariwisata Indonesia menjadi terasa lengkap. Apalagi, dengan peninggalan-peninggalan yang masih terawat dengan baik, membuat bangunan ini menjadi sebuah spot foto yang begitu menarik untuk dijelajahi.

Salah satu bukti sejarah yang saat ini masih berdiri kokoh dengan berbagai macam cerita yang tersaji di dalamnya adalah Jalan Braga Bandung. Jalan Utama Kota Bandung ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda. Jalan ini pun menjadi pusat anak-anak muda Bandung untuk menghabiskan waktu malam minggu mereka.

Sejarah Jalan Braga

Jalan Braga adalah jalan bersejarah yang dulunya pernah dikenal sebagai Paris Van Java. Nama dari jalan ini tetap dipertahankan karena, begitu banyak kenangan yang tersirat dari terusan jalan menuju gedung Konferensi Asia Afrika ini. Saat ini jalan ini dijadikan sebagai sebuah jalan protokol di Bandung.

Menurut catatan sejarah. Jalan Braga sempat dijuluki sebagai jalan culik, jalan yang angker, yang kerap menghilangkan banyak orang dan juga banyak nyawa orang. Apalagi, saat agresi militer. Jalan ini menjadi rawan untuk dilewati baik dari Belanda maupun dari Indonesia.

Bila dilihat dari bahasa, jalan ini pun berasal dari bahasa sunda yaitu, Ngabaraga. Arti dari bahasa ini adalah bergaya. Bisa dibilang, sejak dahulu braga dikenal sebagai pusat kota yang mempunyai banyak pertokoan untuk bergaya. Karena itulah, ngabaraga menjadi nama dari kawasan yang saat ini terkenal dengan bangunan-bangunan tua.

Pada tahun 1882, Asisten Residen Belanda yang bernama, Pieter Sijthoff memberikan nama baru bagi jalan ini dengan nama Bragaweg. Tidak hanya namanya saja tetapi, tampilan dari kawasan ini pun diubah. Asisten Residence menambahkan beberapa batu kali dan dihiasi dengan beberapa lampu minyak.

Andai saja demam selfie dan foto sudah hadir sejak zaman dahulu. Pasti saat ini kita akan tahu, kawasan spot foto yang ada di tahun 1882. Dengan nuansa klasiknya dan nuansa mencekamnya.

Setelah dipoles dengan sedemikian rupa, kawasan ini semakin diminati oleh berbagai tamu negara Hindia Belanda yang berkunjung ke Bandung. Seperti negara-negara di Eropa, Belanda, Cina, dan orang-orang Indonesia sendiri. Mereka seakan terpesona dan terbius dengan tampilan baru.

Nama Braga semakin melejit setelah pembangunan kawasan ini mulai digenjot dengan hadirnya barang-barang elite, barang-barang berkelas. Tidak hanya itu, kesenian, hiburan, dan berbagai macam fasilitas terus dibangun dengan gaya yang sengaja dibuat dengan gaya eropa. Tujuannya adalah wisatawan dari eropa yang datang ke bandung tetap merasakan nuansa eropa.

Selain itu, pemerintahan hindia belanda ingin warga eropa yang datang tetap dengan gayanya yang selalu konsumtif. Sehingga, roda perekonomian bisa berjalan dengan baik.Hal inilah yang membuat nama Braga menjadi disegani oleh bangsa-bangsa eropa dan menjadi tujuan favorit bila mereka berkunjung ke negeri ini.

Berkembang dengan sangat pesat Braga menjadi sebuah kawasan metropolitan dengan banyaknya bangunan-bangunan yang berdiri di kawasan ini. Seperti bar, tempat-tempat hiburan malam, butik yang sangat megah dan beberapa hotel sebagai tempat untuk menginap.

Hadirnya hiburan malam di Bandung membuat banyak sekali hal-hal negatif yang terkandung di dalamnya. Banyak wisatawan asing yang datang dan tidak membawa istri mereka. Wisatawan asing ini memilih untuk melirik gadis-gadis bandung yang memang terkenal dengan kecantikannya. Oleh karena itu, bandung dijuluki dengan kota kembang.

Karena, julukan ini lah ada sebuah selebaran yang cukup unik yang dibuat oleh beberapa komunitas di Bandung pada waktu itu. Selebaran ini berbunyi, “ Tuan-Tuan Turis yang baik, janganlah pergi ke Bandung jika, tidak membawa Istri atau meninggalkan istri dirumah.”

Jalan Braga Masa Kini

Mari tinggalkan Jalan Braga zaman dahulu, sekarang melihat bagaimana jalan Braga jaman sekarang yang sudah berkembang dengan sangat pesat. Apalagi, kawasan pariwisata yang hadir sejak zaman hindia belanda ini semakin diurus dengan sangat baik dan tetap menjadi ikon wisata Kota Bandung.

Braga City Walk adalah sebuah terobosan baru untuk memperkenalkan Jalan Braga kekinian yang semakin asyik dengan spot-spot foto kekinian. Dengan panjang kurang lebih 700 meter.

Braga zaman sekarang masih menjunjung tinggi sebagai tempat mode dan fashion terbaik di negeri ini. Koleksi-koleksinya ini juga tidak kalah dengan zaman dahulu. Mereka masih mempertahankan kualitas fashion terbaik di Indonesia dan juga di dunia. Bangunan-bangunan modern berdiri dengan

Hadirnya Braga City Walk menjadi sebuah bukti jika, Braga tidaklah mati dan belum habis. Kawasan ini berpadu dengan kawasan shopping mall. Dan kondominium bandung hotel. Perpaduan ini seakan mengisyaratkan bagaimana Braga masih sama seperti dahulu. Pusatnya fashion di negeri ini.

Masih di Braga City Walk, banyak sekali bangunan-bangunan tua yang hampir mirip dengan kota tua di Jakarta yang bisa dijadikan spot foto keren. Bangunan ini membuktikan bila Bandung tidak kalah dengan negara-negara eropa yang lain yang masih mempertahankan bangunan lawasnya sebagai sebuah objek wisata.

Jangan heran bila semakin malam, kawasan ini akan semakin ramai. Apalagi, banyak sekali komunitas anak muda yang berada di beberapa tempat nongkrong seperti coffee shop. Selain itu, jajanan kuliner khas Bandung pun akan tersaji di sini. Bagi sobat Native yang berasal dari luar bandung bisa menikmati sajian kuliner disini.

Tidak hanya sajian jaman old saja, sajian kekinian pun banyak di sepanjang Braga City walk. Harganya pun cukup bersahabat dan tidak akan menguras kantong para backpacker yang sedang menikmati sepanjang jalan kenangan.

Sepanjang Jalan ini sudah ada beberapa tempat duduk yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati jalanan perkotaan ini. Sore hari adalah waktu yang paling tepat mengunjungi kawasan ini. Apalagi,langit-langit sore yang begitu mengesankan dan suasana yang teduh membuat kawasan ini menjadi sangat menyenangkan.

Sobat Native yang ingin mengunjungi ke tempat ini bisa menggunakan Transportasi umum atau dengan kendaraan Pribadi. Jalan Braga adalah kawasan yang sangat terkenal di kota ini. Apalagi, Bandung adalah kawasan yang sangat ramah dengan petunjuk jalan.

Sobat Native bisa menggunakan transportasi umum dengan menggunakan beberapa bus dan angkot yang langsung menuju ke arah jalan Braga ini. Bandung adalah salah satu kota yang paling ramah untuk transportasi umum. Oleh karena itu, menggunakan Transportasi umum adalah hal yang terbaik.

Jalan Braga adalah saksi dari sejarah panjang Kota Bandung yang mendapatkan nama kota Kembang, hingga sejarah Indonesia yang memiliki kawasan fashion dunia.

Mengunjungi kawasan ini memang wajib. Tidak hanya untuk menikmati sejarah tetapi, menikmati berbagai sajian di kawasan ini adalah yang paling utama.

Selamat Berlibur !



  • Artikel (bandung)dari kategori yang sama
    Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Jalan Braga Bandung: Sejarah Panjang Kota Kembang
      Komentar(0)